-
Categories
“Farmasis Indonesia bisa kerja di luar negeri nggak sih, Pak?”
“ Bisa dong. Tapi…”
Ini sepotong diskusi bersama salah seorang dosen Farmasi Rumah Sakit ketika perkuliahan sedang berlangsung. Siapa sih yang nggak pengen tinggal di luar negeri? Nonsense kalo nggak ada yang mau. Sama halnya seperti saya. Saya sangat terobsesi sekali ingin menetap di luar negeri dan kebetulan sekali “partner” saya pun memang berniat untuk bekerja di perusahaan asing.
Bicara tentang dunia kefarmasian memang tidak ada habis-habisnya. Dunia kefarmasian terus berkembang. Sudah menjadi rahasia umum, jika regulasi di bidang kesehatan dan kefarmasian juga terus mengalami perubahan seiring dengan
perkembangan dan tuntutan zaman. Hal ini menyebabkan tingginya jumlah tenaga kefarmasian yang dibutuhkan di masa yang akan datang, baik di dalam dan di luar negeri.
Dengan hadirnya KFN (Komite Farmasi Nasional) di Indonesia, mutu pelayanan keprofesian farmasi akan diupayakan seoptimal mungkin. Dimana KFN merupakan suatu unit organisasi yang bertanggung jawab kepada Menkes mengenai peningkatan dan penjaminan mutu pelayanan kefarmasian oleh tenaga farmasi di Indonesia (Pusat Komunikasi Publik Sekjen Kemenkes RI, 2011).
Sebagai calon farmasis di masa yang akan datang, pasti kita merasa ketar-ketir untuk menghadapi persaingan di dunia kerja. Apalagi akan diberlakukanya AFTA (ASEAN Free Trade Area) 2015. Dimana setiap farmasis akan diasimilasi melalui ujian kompetensi (Suara Merdeka Edisi 12 Maret 2011). Para farmasis yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Filipina dan Thailand bahkan Australia akan bersaing secara bebas di bidang pekerjaan.
Saya sendiri tidak bisa membayangkan jika di tahun-tahun mendatang Indonesia dibanjiri oleh para farmasis yang berasal dari luar negeri. Sementara farmasis lokal tidak bisa berkutik karena dikalahkan oleh farmasis “impor”. Padahal negara luar, khususnya Malaysia mengakui bahwa standar perkuliahan farmasi di salah satu perguruan tinggi Indonesia sangat baik. Buktinya banyak mahasiswa Malaysia yang dibiayai oleh pemerintahnya untuk menuntut ilmu di fakultas farmasi ITB.
Bahkan di Filipina dan Australia bahasa Indonesia merupakan salah satu mata kuliah wajib/ pilihan. Nah lho? Terus nasib kita bagaimana? Saya sendiri mengakui bahwa kemampuan bahasa Inggris saya di bawah rata-rata, lalu bagaimana bisa bersaing dengan farmasis lainnya? Boro-boro bersaing sama farmasis “impor”, sama farmasis lokal saja mungkin udah knock out. Astagfirullah…Semoga itu nggak pernah terjadi.
Tapi stop untuk berpikir negatif! Kita harus segera move on! Jangan seperti “katak dalam tempurung”. Dunia itu luas lho. Dan tuntutan terhadap farmasis dalam negeri akan semakin tinggi. Tidak hanya harus melengkapi diri dengan ilmu kefarmasian tapi juga bahasa. Intinya jangan pernah berhenti belajar, karena ilmu itu tidak ada batasnya. So, keep struggling farmasis Indonesia!
Oleh : Reysa Pradifta
Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Andalas
disandur dari annual bulletin ismafarsi sumatera II 2010-2012
Salam satu hati, jaya ISMAFARSI!
Apa kabar kabar teman-teman ISMAFARSIku tercinta?
Pastinya selalu sehat dan luar biasa!
Beberapa bulan lagi akan dilaksanakan event MUNAS XIV ISMAFARSI? Mau tahu informasi lengkapnya?
Come on, read this J
MUNAS menurut AD/ART ISMAFARSI adalah Musyawarah Nasional. MUNAS merupakan forum tertinggi organisasi yang bertujuan untuk :
1. Membahas dan menetapkan agenda, tata tertib, dan pimpinan MUNAS
2. Membahas rekomendasi-rekomendasi jika diperlukan
3. Menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
4. Menetapkan Garis-garis Besar Haluan Organisasi yang merupakan dasar penyusunan program kerja
5. Menetapkan keanggotaan calon anggota
6. Menetapkan peraturan yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
7. Meminta, menerima, atau menolak laporan pertanggungjawaban Sekretaris Jendral
8. Mengangkat dan memberhentikan Sekretaris Jendral dan Badan Pengawas
9. Meminta laporan masa bakti ISMAFARSI satu periode
10.Menetapkan pelaksanaan agenda rutin nasional ISMAFARSI selanjutnya
MUNAS dilaksanakan dua tahun sekali selama masa kepengurusan. Sebelumnya, dilaksanakan PRAMUNAS yang tahun ini telah dilaksanakan di Kota Makassar. Delegasi MUNAS terdiri dari anggota ISMAFARSI yang direkomendasikan oleh masing-masing perguruan tinggi. Pada kegiatan MUNAS, forum akan mengesahkan segala rekomendasi yang dibahas pada PRAMUNAS. MUNAS lebih difokuskan pada pemilihan SEKJEN, BPH dan BP.
Sudahkah kalian mempersiapkan kader-kader terbaiknya untuk dicalonkan menjadi Sekjen, BPH dan BP? Bagaimana dengan anda?
Who is the next?
Tahun ini, Universitas Andalas (UNAND) Padang dipercaya menjadi tuan rumah untuk acara MUNAS XIV ISMAFARSI. InsyaAllah akan dilaksanakan pada bulan Juli. Kegiatan ini akan dihadiri oleh delegasi-delegasi yang berasal dari berbagai Institusi Farmasi di Indonesia yang terdiri dari ISMAFARSI wilayah Sumatera I, Sumatera II, Bandung Raya, Jabodelata, Joglosepur, Jatim Bali, Kalimantan, dan Indonesia Timur.
Kegiatan sidang nanti akan diselingi juga dengan hiburan dan refereshing dengan berlibur di Kota wisata di Provinsi Sumatera Barat. Selain itu, Universitas Andalas juga akan mengangkatkan acara nasional OFI (Olimpiade Farmasi Indonesia), dan PORFI (Pekan Olahraga Mahasiswa Farmasi Indonesia).
Dan yang pasti, apapun nanti keputusan yang di sahkan di MUNAS dapat menjadikan ISMAFARSI lebih baik lagi untuk kedepannya.
disandur dari annual bulletin ismafarsi sumatera II 2010-2012
Apa itu paracetamol???
yap, paracetamol adalah obat analgesik and antipiretik yang populer dan digunakan untuk melegakan sakit kepala, sengal-sengal dan sakit ringan, dan demam.
tapi di fakultas farmasi universitas andalas paracetamol bukan hanya sekedar obat untuk jasmani kita tapi juga untuk rohani yang haus akan ilmu-ilmu agama,
PARACETAMOL singkatan dari pharmacy creative training for moslem, merupakan salah satu program kerja dari departement imtaq fakultas farmasi universitas andalas yang di tujukan untuk mahasiswa baru.
rankaian acara paracetamol ada 3 hari. pembukaan, materi, dan hari terakhir outbond, yang tentunya akan meningkatkan kualitas rohani serta jasmaniah peserta paracetamol
(Jasadiyah: “kaki” hijau; Fikriyah: “sayap” orange; dan ruhiyah: “sayap” merah), membuat perubahan lebih baik (dari hitam menjadi berwarna; biru)
Insya allah untuk tahun 2012 ini acara paracetamol diadakan pada tangga 4-6 mei 2012
Selamat atas terpilihnya Muhammad Arif Rahman, mahasiswa farmasi universitas andalas 2010 Sebagai Koordinator Wilayah Ismafarsi wilayah dua Periode 2012-2014. Semoga bisa mengemban amanah dengan baik dan Menjadikan Ismafarsi Sumatera 2 lebih baik lagi.
SALAM SATU HATI, JAYA ISMAFARSI
COMING SOON JAJARAN KABINET BERKONTRIBUSI DAN BERPRESTASI
Sebelumnya, Sidang Umum (SU) Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Andalas (BEM KM F. FARMASI) 2010-2011, Kabinet Aksi Nyata.
1. Workshop dan Talkshow Jumat, 2 Desember
2. LKTI (Lomba Karya Tulis Ilmiah) se-Sumbar 2 Desember
3. PBSA (Pharmacy Best Student Awards) 3 Desember
Diharapkan nantinya melalui kegiatan ini akan muncul “sense of belonging” ataupun “sense of crisis” dalam diri seorang mahasiswa farmasi terhadap permasalahan kesehatan di Indonesia. Disamping itu melalui acara ini juga diharapkan munculnya “kepercayaan” masyarakat Indonesia akan arti penting seorang tenaga farmasi di bidang kesehatan.
LKMMF (Latihan Kepemimpinan Managerial Mahasiswa Farmasi) I ISMAFARSI KOMISARIAT UNAND

Padang, 23 September 2011 bertempat di Gedung Seminar F, Kampus Limau Manis acara pembukaan OFI III dilaksanakan. Para delegasi dari berbagai Universitas seluruh Indonesia, petinggi Universitas Andalas, dan perwakilan dari Walikota Padang disambut dengan tari pasambahan khas minang. Acara secara resmi dibuka oleh perwakilan dari Walikota Padang bidang Pengembangan, hadir juga Pembantu Rektor III, yaitu Bapak Prof. Dr. H. Novesar Jamarun, M.Si.. Selain itu dari Fakultas Farmasi hadir Dekan Fakultas Farmasi Dr. Muslim Suardi, M.Si., Apt. dan Ketua Komite Olimpiade Farmasi Indonesia (KOFI) yang juga merupakan staff dosen di Farmasi Unand, yaitu Syofyan, S.Si. M.Farm., Apt.
Selesai pembukaan, para delegasi beristirahat sejenak dan tepat pada pukul 14.00 wib, Lomba Tahap I OFI III dimulai. Soal yang langsung dikelola oleh KOFI benar-benar dirahasiakan bahkan dari panitia. Peserta yang berjumlah 69 orang dari 16 Perguruan Tinggi di Indonesia bersaing membawa nama Perguruan Tinggi nya masing-masing.
Malam harinya (23/9), diadakan acara malam keakraban. Seluruh delegasi, dosen pembimbing, dan panitia makan malam di Rumah Makan baselo, Lubuk Idai, Khatib Sulaiman, Padang. Ini merupakan rangkaian acara yang telah disusun oleh panitia untuk ajang keakraban sesama peserta, maupun antara peserta dan panitia.
Padang, 24 September 2011 bertempat di Ruang seminar Hotel Bunda final Olimpiade Farmasi Indonesia III atau yang disingkat dengan OFI III berjalan lancar walaupun ada sedikit keterlambatan waktu dari yang ditentukan sebelumnya. Lima orang dari masing-masing bidang yang dilombakan, yaitu Farmakologi/ Farmasi Klinis dan Farmaseutika memasuki babak final dari Olimpiade Farmasi Indonesia.
Untuk bidang Farmaseutika :
Untuk bidang Farmakologi/ Farmasi Klinis :
Lomba tahap II atau final Olimpiade Farmasi Indonesia kali ini terbagi menjadi 3 putaran. Putaran I, peserta diberikan masing-masing 5 pertanyaan dan apabila tidak terjawab dilemparkan ke peserta berikutnya hingga 2 kali lemparan. Putaran II, terdiri dari 10 pertanyaan rebutan dan setiap jawaban benar bernilai 100, apabila salah -50 . Putaran III, merupakan pertanyaan analisis dengan jawaban benar bernilai 100 apabila salah 0.
Keluar sebagai Juara dari bidang Farmaseutika adalah :
Juara I Yuda Prasetya N. – Institut Teknologi Bandung
Juara II Egy Chandra – Institut Teknologi Bandung
Juara III Shafa Nabilah – Universitas Pancasila
Sedangkan untuk bidang Farmakologi, keluar sebagai juara adalah:
Juara I Benny Setiawan dari Universitas Surabaya
Juara II Marcella Pradita dari Universitas Sanata Dharma
Juara III Lailaturrahmi dari Universitas Andalas
Acara Penutupan Olimpiade Farmasi Indonesia III di Universitas Andalas sekitar pukul 16.15 wib di Ruang Seminar Hotel Bunda, Padang. Dalam rangkaian acara penutupan diumumkan pula sebgai Juara Umum untuk OFI III ini diraih Institut Teknologi Bandung (ITB) dan piala bergilir yang sebelumnya dikirimkan ke Padang dari Bandung mau tak mau dikirim kembali ke Bandung.
Sebagai persembahan panitia OFI III untuk para delegasi, hari ini (25/9) para delegasi diajak untuk berkeliling kota Padang, untuk melihat kota Padang yang kujaga dan kubela oleh urang Minang.
Selamat kepada para Juara dan delegasi-delegasi lain yang telah menjadi terbaik dari Institusi nya masing-masing karena sesungguhnya anda telah menjadi juara. Mohon maaf dari kami selaku panitia dan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Andalas apabila banyak kekurangan di sana-sini selama proses acara, namun percayalah inilah yang terbaik dari kami.
sponsored by :